Apel Kebangsaan IPSI Sidoarjo, Satukan Pendekar untuk Jaga Persaudaraan dan Kedamaian

Foto:Sit
SIDOARJO||KABARZINDO.com – Semangat persaudaraan, kebangsaan, dan pelestarian seni budaya pencak silat bergema di Kabupaten Sidoarjo. Sekitar 1.000 pendekar dari 30 perguruan pencak silat se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti Apel Kebangsaan dan Pagelaran Seni Budaya Pengkab IPSI Sidoarjo yang berlangsung di Parkir Timur GOR Delta Sidoarjo, Jalan Pahlawan, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.15 hingga 08.15 WIB tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antarpesilat sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta kedamaian di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Rangkaian kegiatan diawali dengan masuknya Komandan Apel ke lapangan pada pukul 07.15 WIB. Selanjutnya, seluruh peserta menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada pukul 07.20 WIB, Pembina Apel mengambil tempat dan dilanjutkan dengan penghormatan pasukan serta laporan Komandan Apel. Suasana semakin khidmat ketika peserta bersama-sama membacakan Teks Ikrar IPSI sebagai bentuk peneguhan komitmen untuk menjaga kehormatan, persaudaraan, dan nilai-nilai luhur pencak silat.

Dalam amanat Pembina Apel yang menyampaikan pesan Bupati Sidoarjo, ditekankan bahwa keberagaman bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dirawat bersama. Perbedaan yang ada di tengah masyarakat justru dapat menjadi modal penting dalam membangun persatuan dan menciptakan kehidupan yang harmonis. “Perbedaan bukanlah sebagai pembeda, karena kekuatan datang dari berbagai perbedaan. Mari kita jadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Sidoarjo yang semakin maju, aman, dan damai,” demikian pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut.

Selain itu, seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar IPSI Sidoarjo, diajak untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan kedamaian di Kabupaten Sidoarjo. IPSI diharapkan tidak hanya menjadi wadah pembinaan olahraga dan seni bela diri, tetapi juga mampu mengambil peran dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, berprestasi, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pencak silat juga merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa Indonesia yang telah mendapatkan pengakuan dunia. Karena itu, keberadaannya perlu terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus dengan tetap menjunjung tinggi nilai etika, sportivitas, persaudaraan, serta cinta tanah air.

Usai amanat, kegiatan dilanjutkan dengan laporan Komandan Apel dan penghormatan pasukan. Pada pukul 07.40 WIB, Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., turut memberikan sambutan kepada seluruh peserta apel dan keluarga besar pencak silat Sidoarjo.

Dalam pesannya, Dandim menegaskan bahwa kemampuan bela diri harus ditempatkan pada tujuan yang positif dan konstruktif. Pencak silat hendaknya menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang kuat, disiplin, berani, namun tetap mampu mengendalikan diri. “Bela diri itu pada hakikatnya untuk membela diri, membela lingkungan, dan membela daerah. Bukan untuk melakukan tindakan ofensif atau mencari permusuhan. Justru dengan kemampuan yang dimiliki, para pendekar harus mampu menjadi bagian dari solusi dan ikut menjaga Sidoarjo agar tetap aman, kondusif, dan semakin baik,” tegas Dandim.

Menurut Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., para pendekar memiliki posisi strategis dalam memberikan contoh positif kepada masyarakat, terutama kepada generasi muda. Kekuatan fisik dan kemampuan bela diri harus berjalan seiring dengan kedewasaan berpikir, pengendalian emosi, serta sikap menghormati sesama. “Seorang pendekar bukan hanya dinilai dari kemampuan bertarungnya, tetapi juga dari bagaimana ia mampu mengendalikan diri, menghormati orang lain, menjaga persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Semakin tinggi kemampuan seseorang, seharusnya semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga kedamaian,” ujarnya.

Dandim juga menekankan pentingnya meningkatkan pembinaan terhadap anak-anak muda melalui kegiatan yang positif dan produktif. Menurutnya, pencak silat dapat menjadi salah satu sarana strategis untuk membangun karakter generasi penerus karena mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, keberanian, sportivitas, serta rasa tanggung jawab. “Pembinaan terhadap anak muda harus terus ditingkatkan. Pencak silat bukan sekadar olahraga atau seni bela diri, tetapi juga budaya yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan. Dari perguruan-perguruan pencak silat inilah kita dapat membentuk generasi muda yang tangguh secara fisik, kuat secara mental, sekaligus memiliki karakter kebangsaan,” lanjutnya.

Ia berharap seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sidoarjo dapat terus menjaga komunikasi dan memperkuat persaudaraan. Perbedaan perguruan, aliran, maupun tradisi tidak seharusnya menjadi sekat, melainkan kekayaan yang memperkuat keberadaan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa. “Jangan sampai perbedaan perguruan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru melalui perbedaan itulah kita dapat menunjukkan bahwa pencak silat mampu menjadi perekat persatuan. Mari kita bersama-sama menjaga nama baik perguruan, menjaga nama baik IPSI, dan yang paling utama menjaga nama baik Sidoarjo,” pungkas Dandim.

Setelah sambutan Dandim, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Seluruh peserta kemudian melaksanakan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan persatuan keluarga besar IPSI Sidoarjo.

Momentum tersebut juga diisi dengan penandatanganan deklarasi pembangunan Gedung IPSI Sidoarjo pada pukul 08.05 WIB. Selanjutnya dilakukan penyerahan piagam kepada anggota IPSI Sidoarjo sebagai bentuk apresiasi sekaligus penguatan organisasi.

Rangkaian Apel Kebangsaan dan Pagelaran Seni Budaya Pengkab IPSI Sidoarjo berakhir pada pukul 08.15 WIB. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian berjalan dengan tertib, lancar, aman, dan kondusif.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa pencak silat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki nilai luhur dalam membangun karakter, mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, serta menumbuhkan semangat kebangsaan.

Dengan semangat “berbeda perguruan, tetap satu persaudaraan”, keluarga besar IPSI Sidoarjo diharapkan terus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan keharmonisan Kabupaten Sidoarjo.


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia