Direksi Baru Delta Tirta Sidoarjo Pasang Target Besar: Tekan NRW, Benahi Jaringan dan Tingkatkan Pelayanan

Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Luhur Pambudi Mulyono,(tengah) di dampingi dua direksi juga wajah baru  Widyo Nugroho sebagai Direktur Operasional dan Rivelino Rizky Muchtar sebagai Direktur Pelayanan.(Foto:Tri)

SIDOARJO||KABARZINDO.com – Perumda Delta Tirta Sidoarjo memasuki babak baru. Jajaran direksi yang baru menandatangani kontrak kerja membawa satu tekad: membenahi perusahaan, terutama persoalan jaringan distribusi yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah.

Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Luhur Pambudi Mulyono, menegaskan komitmen tersebut saat pelantikan dan penandatanganan kontrak kinerja direksi di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Kamis (3/9/2026) pagi.

Luhur hadir bersama tiga direksi lainnya. Dua di antaranya merupakan wajah baru, yakni Widyo Nugroho sebagai Direktur Operasional dan Rivelino Rizky Muchtar sebagai Direktur Pelayanan. Sementara Laily Agustin kembali dipercaya melanjutkan tugas sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan.

Menurut Luhur, jajaran direksi baru tidak hanya dituntut menjalankan rutinitas perusahaan, tetapi harus mampu mengurai berbagai persoalan teknis yang berdampak langsung terhadap pelayanan pelanggan.

“Selain kami mengucapkan terima kasih, kami meneguhkan diri ingin berkomitmen bersama-sama dengan teman-teman jajaran di PDAM Sidoarjo untuk menjalankan pekerjaan dengan lebih baik,” ujar Luhur.

Ia menilai persoalan jaringan distribusi tidak bisa diselesaikan hanya dari balik meja direksi. Kondisi lapangan harus dipetakan secara detail, mulai dari tekanan air, kondisi pipa hingga potensi kebocoran.

Luhur mencontohkan jaringan di wilayah barat Sidoarjo. Tingginya kehilangan air tidak selalu disebabkan oleh usia pipa. Tekanan air yang terlalu tinggi juga dapat menjadi salah satu faktor pemicu kebocoran.

Karena karakteristik jaringan di setiap wilayah berbeda, pengaturan tekanan dan kondisi pipa harus dianalisis secara menyeluruh. Setelah pemetaan dilakukan, direksi akan menyusun action plan dengan langkah penanganan serta target yang jelas untuk setiap persoalan.

Tantangan lainnya disampaikan Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Fenny Apridawati. Ia menyebut penurunan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) serta peningkatan jumlah sambungan rumah (SR) sebagai pekerjaan rumah berat yang harus segera ditangani.

“Menurunkan TKA atau NRW dan meningkatkan SR menjadi pekerjaan rumah yang berat. Harapannya, seluruh jajaran bisa kompak dan menyatu sehingga memberikan dampak nyata terhadap pelayanan publik,” kata Fenny.

NRW menjadi salah satu indikator penting kinerja perusahaan air minum. Semakin tinggi tingkat kehilangan air, semakin besar volume air yang telah diproduksi namun tidak berujung menjadi pendapatan perusahaan.

Karena itu, pembenahan jaringan, pengendalian kebocoran dan pengelolaan distribusi menjadi bagian penting untuk mengejar target kinerja Perumda Delta Tirta Sidoarjo.

Sementara itu, Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Ainur Rahman, mengingatkan agar kontrak kinerja yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

“Target itu sebagai tolok ukur. Nanti akan dilakukan evaluasi,” tegas Ainur.

Dengan komposisi direksi yang menghadirkan tiga wajah baru dan satu direksi yang melanjutkan tugas, momentum ini diharapkan menjadi titik awal pembenahan manajemen Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Tantangannya kini bukan sekadar menyusun target, tetapi membuktikan hasilnya melalui perbaikan jaringan dan pelayanan air yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Reporter:Tri


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia