![]() |
Dapur Badan Gizi Nasional (Dapur BGN), di wilayah Magersari Kecamatan Sidoarjo Kota Kabupaten Sidoarjo, Senin (25/8/2025).Foto:Tri |
SIDOARJO||KABARZINDO-- Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, meresmikan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau yang dikenal sebagai Dapur Badan Gizi Nasional (Dapur BGN), di wilayah Magersari Kecamatan Sidoarjo Kota Kabupaten Sidoarjo, Senin (25/8/2025). Peresmian ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, dan jajaran.
Dapur BGN Magersari ini merupakan dapur gizi yang melayani di Kecamatan Sidoarjo, Dalam sehari, dapur akan memproduksi 3.000 hingga 4.000 porsi makanan untuk para siswa di 6 titik di kecamatan Sidoarjo kota, dan pengolahan dilakukan oleh sekitar 20 juru masak selama lima hari kerja.
“Kami berharap dapur ini dapat menjadi model layanan gizi yang tidak hanya sehat, tetapi juga berkelanjutan. Ini langkah penting dalam memperkuat sistem dukungan sosial dan pendidikan di wilayah Kecamatan Sidoarjo kota,” ujar Rahmawati Ketua yayasan Perempuan Semangat Garuda.
Lebih dari sekadar penyedia makanan, dapur ini diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan ekonomi lokal. Bahan pangan akan dipasok langsung dari masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.
“Jadi, selain menyuplai makanan bergizi, dapur ini juga menjadi penggerak ekonomi warga. Manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
![]() |
Makanan sehat dan bergizi di dapur BGN Magersari Sidoarjo |
Ia menegaskan komitmen yayasan Perempuan Semangat Garuda Sidoarjo, menjadikan Dapur BGN ini sebagai model percontohan nasional yang sudah bersertifikat.
“Kami akan menjadikan dapur ini sebagai salah satu rumah gizi terbaik. Kami akan terus melengkapi fasilitas yang ada agar kualitasnya melampaui standar yang ditetapkan BGN,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina,menambahkan bahwa Dapur BGN Magersari Sidoarjo, akan menerapkan prinsip gizi seimbang dan keberagaman menu yang mengedepankan kearifan lokal.
“Asupan bergizi artinya makanan yang seimbang antara protein, karbohidrat, sayuran, dan buah. Menu akan disesuaikan dengan bahan pangan lokal agar masyarakat merasa dekat dan akrab dengan makanan yang disajikan,” ujarnya.
Lakhsmie juga menekankan pentingnya aspek keamanan pangan dalam dapur ini. Karena itu, pengawasan dan standar keamanan pangan akan terus di tingkatkan agar dapur ini menjadi contoh nasional,” pungkasnya.
Reporter:Tri