Gelar Press Release Akhir Tahun 2025 BNNK Sidoarjo Sampaikan Hal Ini...

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo, melaksanakan Press Release Akhir Tahun Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/12/2025). (Foto:Tri)

SIDOARJO||KABARZIND.com– Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo, melaksanakan Press Release Akhir Tahun Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Senin (29/12/2025) di ruang Media Center kantor BNNK Sidoarjo.

Kegiatan ini menjadi bentuk transparansi kinerja sekaligus penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Dalam kegiatan tersebut, BNNK Sidoarjo, turut mengundang sejumlah stakeholder strategis, antara lain Ketua DPRD Sidoarjo, Kasatresnarkoba Polresta Sidoarjo, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sidoarjo, serta yayasan Sahwahita Nusantara, yayasan Rehabilitasi Kobra yayasan Rumah Merah Putih, Ponpes Al-Kholiqi dan sejumlah insan media di kabupaten Sidoarjo juga para undangan lainnya.

Kehadiran para pimpinan instansi tersebut bertujuan untuk bersama-sama menyampaikan press release akhir tahun serta menegaskan komitmen kerja sama dalam mendukung program P4GN.

Dalam Press Release yang di sampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, berbagai program P4GN telah dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari upaya pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, Senin pemberantasan peredaran gelap narkotika melalui sinergi penegakan hukum, hingga layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika dengan pendekatan yang humanis.

Kepala BNNK Sidoarjo, Kombespol Gatot Soegeng Soesanto, SH dalam sambutannya menjelaskan, bahwasannya sepanjang tahun 2025 ini telah melaksanakan tes urine sebanyak 4.899 orang yang meliputi instansi pemerintah, swasta, lingkungan pendidikan dan masyarakat umum.

Hasil dari rangkaian program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BNNK Sidoarjo, adalah indeks Kemandirian Partisipasi di Sidoarjo adalah 3.88 dengan nilai sangat tinggi. Jadi interprestasi dari indeks ini masyarakat memiliki tingkat kemandirian yang tinggi dalam kegiatan P4GN,"Jelas Kombes Gatot.

Lebih lanjut di katakannya, tahun 2025 Bidang pencegahan BNNK Sidoarjo, telah melaksanakan Sosialisasi kepada 45.662 orang. Selain itu juga adanya kegiatan program Desa Bersinar (bersih narkoba) dan Ketahanan Keluarga Anti Narkoba dengan menunjukan hasil yang signifikan yang baik. 

 Desa bersinar (bersih narkoba) di tahun 2025 baru terbentuk di desa Tebel kecamatan Gedangan, yang sebelumnya berada dikawasan bahaya turun menjadi waspada.

Program desa Bersinar dan Sekolah Bersinar ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam melawan penyalahgunaan narkoba.

"Sebelumnya, desa bersinar sudah ada di beberapa lokasi, seperti Desa Bungurasih, Desa Bluru Kidul, Kelurahan Lemahputro, Desa Mulyodadi, Desa Rangkah Kidul, Desa Prasung, dan Desa Gemurung," Ucapnya.

Dalam rangka memperkuat dukungan pemulihan berbasis komunitas, BNNK Sidoarjo, melaksanakan pelatihan agen pemulihan kepada 7 orang yang diharapkan mampu berperan aktif dalam pendampingan Klien Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) yang berlokasi di desa Wedoro dan desa Rangkah Kidul.

Hasil survei prevalensi penyalahgunaan narkoba tahun 2025 menunjukkan angka 0,133 % yang artinya sekitar 133 orang yang terindikasi penyalahgunaan narkoba.

Gatot juga menambahkan bahwa BNNK juga memberikan pelayanan rehabilitasi rawat jalan kepada 24 orang. Selain itu juga menerbitkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN) kepada 625 orang. Selanjutnya sebanyak 31 orang telah mendapatkan pendampingan lanjutan guna menjaga keberlanjutan pemulihan .

 Rehabilitasi adalah solusi terbaik untuk mengatasi penyalahgunaan narkoba. Rehabilitasi bukan hanya memulihkan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental dan hubungan sosial.

“Dalam rehabilitasi BNNK Sidoarjo, bekerja sama dengan empat lembaga rehabilitasi, yaitu Yayasan Merah Putih, Yayasan YR Kobra, Yayasan Sahwahita, dan Yayasan Al-Kholiqi, serta RS Anwar Medika ,” ujarnya.

Gatot juga menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan sosialisasi gratis kepada desa atau kecamatan yang memerlukan edukasi terkait bahaya narkoba.

“Jika ada pihak yang ingin kami datang untuk melakukan sosialisasi, silakan bersurat terlebih dahulu. Layanan ini gratis tanpa dipungut biaya,” tandasnya.

“Tentu kami juga meminta bantuan kepada rekan wartawan untuk berjalan beriringan dengan kami, yang merupakan mitra strategis dari BNN untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Melalui press release akhir tahun ini, BNNK Sidoarjo, berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi mewujudkan kabupaten Sidoarjo, yang aman, sehat dan bebas dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Reporter: Tri


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia