![]() |
| Sidak dilakukan Bupati Sidoarjo pada Selasa (27/1/2026) untuk memastikan percepatan pengerjaan proyek.(Foto:Tri) |
Bupati Sidoarjo Subandi menjelaskan pembangunan rumah pompa Kedungpeluk merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir di wilayah Tanggulangin dan Candi. Air yang selama ini menggenangi kawasan tersebut nantinya akan dialirkan menuju Sungai Mbah Gepuk.
“Alhamdulillah, tujuan kita membangun Dam Kedungpeluk ini untuk mengurai banjir yang ada di Tanggulangin dan Candi. Harapannya nanti air bisa dibuang ke Sungai Mbah Gepuk,” ujar Subandi usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), Selasa (27/1/2026).
Rumah pompa Kedungpeluk disiapkan sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir dengan sistem pembuangan air terintegrasi ke Sungai Mbah Gepuk.
Dalam kesempatan tersebut, Subandi mengakui sempat meluapkan kemarahan akibat lambannya progres pekerjaan di tahap awal. Menurutnya, keterlambatan itu berdampak langsung terhadap genangan banjir yang tak kunjung surut di Kedungbanteng.
“Kenapa kemarin kita sebagai pimpinan daerah sampai marah-marah? Karena kerjanya lambat,” tegasnya.
Saat ini, pekerjaan konstruksi bagian bawah telah rampung. Fokus pengerjaan beralih ke struktur bagian atas yang relatif lebih aman dari pengaruh cuaca, sehingga memungkinkan percepatan pekerjaan.
“Pengerjaan yang paling sulit sudah selesai,” tambah Subandi.
Untuk mengejar target operasional, pelaksana proyek diminta menerapkan sistem kerja tiga shift. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan rumah pompa.
Selain itu, pembersihan endapan dan material sisa proyek ditargetkan rampung pada 14 Februari. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Sumber Daya Air (DPUBMSDA) juga diinstruksikan melakukan normalisasi sungai hingga ke muara guna memperlancar aliran air.
Dengan normalisasi tersebut, pemerintah daerah berharap genangan di Kedungbanteng serta banjir di wilayah Candi dan Tanggulangin dapat berkurang secara signifikan.
Reporter:Tri


