![]() |
| Foto:Sit |
Kegiatan tersebut turut dihadiri Babinsa Desa Lambangan Koramil 0816/13 Wonoayu, Pelda Anjar, sebagai wujud pendampingan dan dukungan terhadap program pembangunan desa.
Musdes ini menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi antara pemerintah desa dan masyarakat terkait rencana pengurukan lahan sebagai tahap awal pembangunan Kopdea Merah Putoh. Program tersebut digadang-gadang sebagai salah satu langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi warga.
Dalam pemaparannya, Pelda Anjar menegaskan bahwa pembangunan desa harus dilandasi prinsip transparansi, kebersamaan, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, Musdes bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi dan memperkuat komitmen bersama. “Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang direncanakan bersama, dilaksanakan secara terbuka, serta diawasi secara gotong royong. Sosialisasi pengurukan Kopdea Merah Putoh ini penting agar seluruh warga memahami prosesnya, mulai dari tahapan teknis, dampak lingkungan, hingga manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkap Pelda Anjar di hadapan peserta musyawarah.
Ia juga menjelaskan secara rinci bahwa pengurukan lahan harus memperhatikan aspek keamanan, keselamatan kerja, serta ketertiban lingkungan. Koordinasi yang intens antara perangkat desa, pelaksana kegiatan, dan masyarakat menjadi kunci agar pelaksanaan berjalan lancar tanpa menimbulkan polemik di kemudian hari.
Selain itu, Babinsa mengajak masyarakat untuk terus menjaga kondusifitas wilayah selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, komunikasi yang terbuka serta semangat musyawarah akan menjadi fondasi utama dalam menyelesaikan setiap persoalan yang mungkin muncul di lapangan.
Suasana musyawarah berlangsung hangat dan penuh antusias. Warga diberi kesempatan menyampaikan pendapat, masukan, hingga pertanyaan terkait teknis pengurukan dan rencana operasional Kopdea Merah Putoh. Dialog yang terbuka tersebut mencerminkan tata kelola pemerintahan desa yang demokratis dan partisipatif.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD melalui Koramil 0816/13 Wonoayu dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah binaan. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi, motivasi, dan penguatan kebersamaan masyarakat.
Diharapkan, melalui Musdes dan sosialisasi ini, seluruh tahapan pengurukan serta pembangunan Kopdea Merah Putoh dapat berjalan sesuai perencanaan, membawa manfaat ekonomi, serta menjadi motor penggerak kemajuan Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Sinergi antara pemerintah desa, Babinsa, dan masyarakat menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan desa yang mandiri, sejahtera, dan harmonis.


