![]() |
| Foto:Sit |
SIDOARJO||KABARZINDO.com– Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Balai Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, pada Jumat malam (13/02/2026) mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Dalam rangka Ruwah Desa, digelar Pagelaran Wayang Kulit oleh Ki Dalang Deni Setiawan dari Blitar yang menghadirkan nuansa budaya kental dan menjadi magnet bagi ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala Desa Watesari yang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Ruwah Desa sebagai bentuk ikhtiar bersama memohon keberkahan, keselamatan, serta kemakmuran bagi seluruh warga. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, sebelum dilanjutkan hiburan electone dan campursari yang semakin menghangatkan suasana. Puncak acara ditandai dengan pagelaran wayang kulit yang sarat pesan moral dan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Babinsa Koramil 0816-10/Balongbendo Serma Alfian dalam kesempatan tersebut memberikan penjelasan secara detail dan menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial serta wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. “Ruwah Desa bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat dan keselamatan yang telah diberikan Allah SWT. Melalui pagelaran wayang kulit ini, kita tidak hanya melestarikan budaya warisan leluhur, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan moral, kebijaksanaan, serta nilai gotong royong kepada generasi muda,” ujar Serma Alfian.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menjadi sarana hiburan rakyat yang sehat sekaligus memperkuat sinergitas antara aparat kewilayahan, pemerintah desa, dan masyarakat. Kehadiran Babinsa bersama Bhabinkamtibmas dan unsur terkait lainnya juga bertujuan memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Serma Alfian juga mengapresiasi kekompakan seluruh elemen masyarakat Desa Watesari yang telah bergotong royong menyukseskan acara. Menurutnya, semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Deni Setiawan dari Blitar berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah. Alunan gamelan yang berpadu dengan kisah pewayangan menghadirkan suasana syahdu, mengajak masyarakat merenungkan nilai-nilai kehidupan, kepemimpinan, dan kesetiaan terhadap kebenaran.
Kegiatan Ruwah Desa Watesari malam itu bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan—menghidupkan kembali semangat budaya, mempererat hubungan sosial, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam bingkai kebersamaan dan kearifan lokal.


