![]() |
| Foto: Dok/Kom |
SIDOARJO||KABARZINDO.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah progresif dengan menyusun payung hukum baru yang berfokus pada jaminan masa depan bagi keluarga para pekerja. Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan politik nyata dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang lebih merata.
Melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang tengah digodok, pemerintah daerah berkomitmen memberikan kepastian kuota bagi putra-putri buruh di institusi pendidikan negeri.
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa kebijakan strategis ini diambil untuk memastikan aspirasi para buruh terserap dalam keputusan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga mereka. Proses penyusunan regulasi tersebut akan dilakukan secara cepat dalam kurun waktu satu pekan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. Beliau juga menyoroti pentingnya mekanisme verifikasi yang transparan agar alokasi khusus ini benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan tanpa adanya penyalahgunaan.
“Segera kita rapatkan untuk membentuk Perbup dalam waktu satu minggu ke depan dengan asas manfaat, khususnya untuk mengangkat kesejahteraan anak-anak buruh. Kita siapkan alokasi sekitar 5 persen yang diprioritaskan bagi anak buruh, baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu, dengan mekanisme verifikasi yang jelas agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” ujar Subandi. Jumat, (24/4/2026)
Selain aspek pendidikan, pemerintah daerah juga telah merancang program peningkatan kompetensi secara berkelanjutan agar para buruh memiliki daya saing yang lebih tinggi di era industri saat ini. Penguatan kapasitas ini akan dianggarkan secara rutin melalui pelatihan teknis yang terjadwal guna mendukung peningkatan keterampilan para pekerja di lapangan. Hal ini menjadi bagian dari visi besar daerah untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih tangguh dan produktif.
“Terkait SDM atau pelatihan, akan kita anggarkan minimal dua kali dalam setahun agar buruh punya peningkatan keterampilan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya membangun kebersamaan antara pemerintah, buruh, dan masyarakat melalui kegiatan yang lebih inklusif dan edukatif. Peringatan hari besar ketenagakerjaan akan diarahkan pada konsep yang lebih positif guna mempererat kolaborasi sosial di wilayah Sidoarjo. Dengan adanya dukungan anggaran yang pasti, perayaan tersebut diharapkan menjadi momentum penguatan solidaritas bagi seluruh elemen pekerja.
“May Day tiap tahun kita anggarkan. Kegiatannya bisa dikemas positif, seperti jalan sehat atau kegiatan yang melibatkan buruh dan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga mendorong penguatan identitas ekonomi lokal dengan mengajak seluruh elemen pekerja untuk menjadi motor penggerak penggunaan produk unggulan daerah. Sinergi antara sektor industri dan UMKM dipandang sebagai kunci untuk memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan sekaligus meningkatkan rasa bangga terhadap produk asli Sidoarjo. Langkah ini diharapkan memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tingkat lokal.
“UMKM topi di Sidoarjo harus kita dorong. Kita gunakan produk lokal, termasuk pemakaian topi khas Sidoarjo,” tegas Bupati Subandi.
Inisiatif penyusunan Perbup ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial dan pendidikan bagi keluarga pekerja. Langkah strategis tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan jangka panjang serta menciptakan iklim kolaborasi yang harmonis di Kabupaten Sidoarjo.
Reporter:Red


