![]() |
| Sosialisasi Tuberculosis (TBC) yang digelar pada Kamis, 07 Mei 2026, di Balai Kelurahan Celep, Kecamatan Sidoarjo.(Foto:Sit) |
SIDOARJO||KABARZINDO.com– Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor dalam kegiatan Sosialisasi Tuberculosis (TBC) yang digelar pada Kamis, 07 Mei 2026, di Balai Kelurahan Celep, Kecamatan Sidoarjo. Kehadiran Babinsa Koramil 0816/01 Sidoarjo Kota Kelurahan Celep Serda Riswan Bora menjadi bentuk nyata dukungan aparat kewilayahan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC di lingkungan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan sebagai langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya penyakit TBC sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penularan penyakit menular.
Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama yang berlangsung khidmat, sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Lurah Celep Njaris Rahayu, SH., M.AP., menyampaikan bahwa Indonesia saat ini masih menghadapi kondisi darurat TBC dan menempati peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia setelah India. Oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran serta kepedulian seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Beliau menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami gejala awal TBC, seperti batuk berkepanjangan, demam, hingga munculnya keringat dingin di malam hari. Selain itu, pola hidup sehat menjadi langkah penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit. “Amankan diri kita terlebih dahulu agar terhindar dari TBC, setelah itu kita menjaga keluarga dan lingkungan sekitar. Jangan lupa tetap bahagia,” tutur Lurah Celep dengan penuh semangat kepada peserta yang hadir.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kelurahan Sekardangan dr. Halimah Salim Ahmad Ba-Lashraf, M.Kes., dalam penyampaian materinya menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus menggencarkan program TOSS TBC, yakni Temukan, Obati, Sampai Sembuh, sebagai strategi utama memutus rantai penularan TBC.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga masyarakat secara langsung. “Semakin cepat ditemukan dan diobati, maka peluang sembuh akan semakin besar serta risiko penularan dapat ditekan,” jelas dr. Halimah.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Kelurahan Celep Serda Riswan Bora turut memberikan dukungan dan pandangan terkait pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan peduli terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa aparat kewilayahan siap membantu mendukung program kesehatan masyarakat demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Babinsa juga mengajak warga untuk tidak memberikan stigma negatif kepada penderita TBC, melainkan memberikan semangat dan dukungan agar pasien dapat menjalani pengobatan secara rutin hingga sembuh total. “Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kesehatan lingkungan. Kepedulian dan dukungan masyarakat sangat penting agar penderita TBC tidak merasa dikucilkan dan mau menjalani pengobatan sampai tuntas,” ungkap Serda Riswan Bora.
Suasana kegiatan berlangsung tertib, hangat, dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti jalannya sosialisasi serta berdiskusi mengenai langkah-langkah pencegahan dan penanganan TBC di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pola hidup bersih dan sehat, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan warga dalam mewujudkan Kelurahan Celep yang sehat, peduli, dan bebas dari penularan TBC.


