![]() |
| Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap jembatan penghubung lintas kabupaten di Desa Tarik, Kecamatan Tarik.(Foto:Kom) |
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Subandi menemukan kondisi fisik jembatan yang cukup memprihatinkan. Selain usia jembatan yang sudah tua, struktur jembatan juga memiliki sejumlah kekurangan, seperti posisi yang lebih rendah dari badan jalan, lebar yang terbatas, serta minimnya fasilitas pengaman.
Bahkan, pagar pembatas yang berfungsi melindungi pengguna jalan hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Sebagai langkah darurat, warga setempat sempat memasang tali rafia di bagian jembatan yang rusak sebagai penanda. Upaya tersebut dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan pengendara.
“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga, namun sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada rambu, dikhawatirkan pengendara motor atau mobil jatuh ke air. Apalagi kalau berpapasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Efendi (36), warga setempat.
Usai melakukan sidak RTLH dan penyerahan bantuan kursi roda, Bupati Subandi langsung meninjau jembatan penghubung Desa Tarik dengan Desa Kwatu, Kabupaten Mojokerto tersebut. Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu, namun sempat tertunda.
“Harusnya ini tahun kemarin jembatan ini bangun. Tapi karena ada efisiensi, akhirnya pembangunan ditunda,” kata Bupati Subandi.
Ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat vital sebagai akses penghubung antar kabupaten. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan pembangunan akan kembali dijadwalkan.
“Sebab ini jembatan penghubung antar kabupaten dan akan segera kita bangun tahun 2027, dan tentunya harus segera ada perbaikan,” lanjutnya.
Bupati Subandi juga menyebutkan bahwa proses pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada awal tahun 2027. “Nanti sekitar bulan 3 bulan 4 sudah ada pembangunan di sini ya,” tambahnya.
Selain rencana pembangunan, ia juga menyoroti pentingnya normalisasi di sekitar area jembatan guna mendukung fungsi infrastruktur tersebut. “Terus yang kedua juga normalisasi, kondisinya ini perlu untuk dinormalisasi,” ujarnya.
Dengan adanya rencana pembangunan dan perbaikan tersebut, diharapkan akses transportasi antara Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto dapat menjadi lebih aman dan lancar. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur demi mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Reporter:Red


