![]() |
| Foto:Ist |
Forum besar ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Melalui Steering Committee Munas-Konbes NU, Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh, PBNU menyatakan mengapresiasi MBG sebagai program yang baik dan mulia. Kendati demikian, pemerintah diminta untuk tidak tutup mata terhadap berbagai persoalan teknis yang muncul di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Mohammad Nuh dalam konferensi pers di Press Room Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Senin sore (21/6/2026).
"Kami memberi apresiasi terhadap keberlangsungan MBG. Namun, kita tidak boleh menutup mata akan pentingnya perbaikan-perbaikan mekanisme penyaluran dan pengelolaan MBG," ujar mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut.
Selain memberikan catatan evaluasi, Mohammad Nuh menambahkan bahwa forum Munas-Konbes juga mendorong pemerintah untuk memberikan afirmasi kebijakan secara khusus bagi lingkungan pondok pesantren.
Sebagai informasi, rangkaian kegiatan Munas-Konbes PBNU ini digelar pada 20–22 Juni 2026 dan dihadiri oleh perwakilan 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari seluruh Indonesia.
Forum ini merupakan bagian dari persiapan menuju Muktamar NU, yang merupakan forum tertinggi organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 mendatang.
Rencananya, seluruh rangkaian Munas-Konbes ini akan resmi ditutup pada Selasa (23/6/2026) di Bangkalan, Madura, dan dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Reporter:rohmad


