Soal Konsesi Tambang NU Bakal Dibahas di Munas-Konbes

 

FOTO : Suasana Munas-Konbes.(FT/Rohmad)

KEDIRI||KABARZINDO.com-Konsesi Tambang Nahdlatul Ulama (NU) yang sempat menjadi polemik dan menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu bakal di bahas dalam forum musyawarah Nasional (Munas) da Konferensi Besar (Konbes) PBNU di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Mojo Kediri.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Steering Committee Munas-Konbes NU, Prof. KH. Mohammad Nuh , dalam konferensi pers, yang digelar pada Sabtu 20 Juni 2026. Prof Nuh menyebut, pihaknya sudah punya Panduan.

"Panduannya adalah tidak boleh bersifat eksploiter yang berlebihan. Yang diperbolehkan itu eksplorasi bukan eksploitasi," ujar Prof Nuh, dihadapan awak media.

Tak hanya soal Tambang, mantan menteri pendidikan ini juga mengatakan, isu-isu  yang berkembang, termasuk seputar AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi).

"Kita sebagai panitia tidak boleh tutup telinga dan tutup mata terhadap isu-isu yang berkembang," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) sekaligus Sekretaris Jenderal PBNU, H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan rasa syukur atas kesiapan total dari pihak tuan rumah. 

Kerja kolaboratif antara panitia pusat, wilayah (PWNU), cabang (PCNU), dan keluarga besar pesantren membuat segala persiapan matang dalam waktu singkat.

”Kami sangat berterima kasih kepada Pondok Pesantren Ploso yang telah bekerja keras, bahkan dalam beberapa hari terakhir ini panitia lokal bekerja efektif hingga 24 jam. Insyaallah, semuanya sudah siap dan kita berharap seluruh peserta bisa terfasilitasi dengan baik,” ujar Gus Ipul di hadapan awak media.

KH. Ahmad Said Asrori selaku Ketua Steering Committee (SC) sekaligus Katib ‘Aam PBNU, menegaskan bahwa Munas dan Konbes kali ini membawa misi penting. Menurutnya, forum ini tidak hanya membahas urusan internal, melainkan juga merespons situasi global.

”Munas dan Konbes ini membahas masalah-masalah Diniyah (keagamaan), menyangkut fadhilah, maulidiyah, hingga masalah organisasi serta rekomendasi program. Semua ini berhubungan erat dengan kehidupan berbangsa, bernegara, dan beragama di negara yang kita cintai ini,” tutur KH. Ahmad Said Asrori kharismatik.

Beliau juga menyelipkan pesan humanis agar perhelatan ini disambut dengan hati yang gembira. “Harapannya, Munas-Konbes ini berjalan dengan baik, gembira, dan bahagia. Kita ingin menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi warga NU, warga pesantren, dan seluruh rakyat Indonesia, terlebih saat ini dunia memang sedang tidak baik-baik saja,” imbuhnya.

Reporter:Rohmad


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia