![]() |
| Ratusan pengendara motor, termasuk pengemudi ojek online (ojol), mendapat kado kemerdekaan berupa kupon BBM gratis jenis Pertamax.(Foto:Tri) |
SIDOARJO||KABARZINDO.com – Ada yang berbeda di Jalan Pahlawan, Sidoarjo, tepat pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Ratusan pengendara motor, termasuk pengemudi ojek online (ojol), tiba-tiba mendapat kado kemerdekaan berupa kupon BBM gratis jenis Pertamax.
Aksi sosial tersebut digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo secara spontan. Sebanyak 250 kupon BBM gratis senilai Rp30 ribu dibagikan kepada para pengendara tanpa syarat.
Para penerima kupon kemudian diarahkan menuju SPBU 54.612.44 untuk mendapatkan BBM gratis.
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo, H. Mursidi, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat berbeda dari agenda sosial yang biasanya digelar setiap Jumat. Momentum tanggal 17 Agustus dinilai tepat untuk memberikan sesuatu yang langsung dirasakan masyarakat.
“Giat hari ini memang berbeda. Biasanya kami gelar setiap Jumat. Karena ini tanggal 17, kami jadikan hari istimewa untuk memberikan kupon BBM gratis,” ujar Mursidi.
Menurutnya, semangat berbagi tidak berhenti pada pembagian BBM. Pekan berikutnya, Pemuda Pancasila Sidoarjo berencana menggelar kegiatan jualan beras murah dengan konsep yang juga mengedepankan nilai sosial.
“Beras murah ini konsepnya jual untung. Yang menjual untung, yang membeli juga untung. Kami tidak berbisnis seperti pada umumnya. Kami berbisnis dengan Allah, karena bisnis dengan Allah pasti lebih baik,” tegasnya.
Mursidi menambahkan, momentum kemerdekaan harus diisi dengan memperbanyak kegiatan sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Momentum hari kemerdekaan ini bagi Pemuda Pancasila adalah meningkatkan kesedekahan kita kepada semua umat manusia,” katanya.
Penghormatan Detik-Detik Proklamasi
Ada momen menarik di tengah kegiatan tersebut. Saat detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI diperingati, puluhan anggota Pemuda Pancasila menghentikan aktivitas sejenak. Mereka berdiri tegap, mengheningkan cipta dan memberikan penghormatan saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.
Mursidi mengatakan penghormatan tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Tujuan kami menghormati para pahlawan dan melanjutkan perjuangannya dalam bentuk berbagai kegiatan yang sifatnya sosial,” ungkapnya.
Ia menyebut semangat perjuangan tersebut harus diteruskan dengan cara berbeda sesuai kondisi saat ini.
“Darah para pahlawan itu mengalir kepada kita. Sekarang waktunya berjuang bersama, bangkit bersama, dan mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat,” imbuhnya.
![]() |
| Penghormatan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. |
Selain membantu masyarakat, pembagian Pertamax gratis tersebut juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat mulai mempertimbangkan penggunaan BBM non-subsidi.
“Melalui aksi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk membeli BBM non-subsidi,” jelas Mursidi.
Ia menegaskan kegiatan sengaja tidak diumumkan sebelumnya. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun kemacetan di sekitar SPBU.
“Kegiatan kami lakukan secara spontan sebagai kejutan bagi para pengendara,” katanya.
Ojol: BBM Gratis Sangat Berarti
Salah satu penerima kupon, Heri Adi, pengemudi ojol asal Candi, mengaku senang mendapatkan bantuan tersebut. Baginya, BBM merupakan kebutuhan utama karena hampir setiap hari digunakan untuk mencari nafkah.
“Saya sangat bersyukur mendapatkan kupon gratis BBM sebesar Rp30 ribu dari Pemuda Pancasila. Ini sangat membantu dan bisa mengirit pengeluaran untuk beli bensin,” tutur Heri.
Ia berharap kegiatan sosial seperti itu terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Semoga Pemuda Pancasila semakin jaya, ketuanya diberikan kesehatan dan seluruh anggotanya diberikan rezeki. Sekali lagi terima kasih kepada Pemuda Pancasila,” pungkasnya.
Aksi 250 kupon Pertamax gratis tersebut pun menjadi salah satu cara Pemuda Pancasila Sidoarjo memaknai kemerdekaan: bukan sekadar upacara dan seremoni, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Reporter:Tri



