![]() |
| Prosesi pemotongan tumpeng acara Ruwatan dan Tirakatan RPS, Kamis (20/8/2026).(Foto:Tri) |
Kegiatan yang dihadiri sekitar 500 undangan tersebut menjadi momentum doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta kemajuan Kabupaten Sidoarjo dan bangsa Indonesia.
Menariknya, acara berlangsung dalam suasana kebersamaan dengan melibatkan tokoh lintas agama dan kepercayaan. Perwakilan umat Islam, Katolik, Kristen, hingga penganut kejawen hadir bersama dalam satu rangkaian kegiatan.
Keberagaman tersebut menjadi simbol kuat toleransi dan semangat saling merangkul di tengah masyarakat Sidoarjo yang majemuk. Ruwatan dan tirakatan tidak sekadar dimaknai sebagai tradisi, tetapi juga sebagai ruang membangun persaudaraan dan kepedulian bersama.
Ketua Panitia sekaligus Bupati Swasta RPS, Sujani, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang meluangkan waktu hadir di tengah kesibukan masing-masing.
![]() |
| Ketua Panitia sekaligus Bupati Swasta RPS, Sujani, S.Sos. saat berpidato |
“Melalui malam ruwatan dan tirakatan ini, RPS berharap doa bersama dapat menjadi ikhtiar untuk menjaga kedamaian, mempererat kerukunan, serta mendorong kemajuan Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Sujani juga mengajak jajaran pemerintahan, mulai dari pejabat hingga pemerintahan desa, untuk turut menggelar kegiatan serupa sebagai bentuk ikhtiar bersama menjaga keselamatan dan kedamaian, baik bagi Kabupaten Sidoarjo maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur sekaligus penanda harapan agar Sidoarjo senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, kerukunan, dan kemajuan.
Reporter:Tri



