Tudingan Pembangunan Kediaman Bunda Ida Roffi Dipatahkan Fakta Lapangan: Warga Pastikan Tak Pernah Picu Banjir dan PBG Berproses

 

Keraton Nyi Ratu Bunda Ida Roffi serta Klarifikasi juga diperkuat Kepala Desa Kalisampurno, Dedi Yuwandoyo.(Foto:Tri)

SIDOARJO||KABARZINDO.com – Pemberitaan terkait pembangunan kompleks kediaman Nyi Ratu Bunda Ida Roffi di desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, menuai klarifikasi dari pemerintah desa dan warga. Sejumlah narasi yang beredar dinilai tidak menggambarkan kondisi faktual di lapangan.

Bunda Ida Roffi menegaskan, bangunan di atas lahan sekitar 2 hektare tersebut bukan padepokan sebagaimana disebut dalam pemberitaan, melainkan kediaman sekaligus Kraton dan Masjid Nyai Ida Roffi.

Klarifikasi juga diperkuat Kepala Desa Kalisampurno, Dedi Yuwandoyo. Ia membantah tudingan bahwa pihak Bunda Ida Roffi mengabaikan pemerintah desa. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa selama ini berjalan baik.

“Terkait perizinan, dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sudah diajukan sekitar dua tahun lalu dan saat ini masih berproses sesuai mekanisme administrasi yang berlaku,” demikian penjelasan pihak desa.

Kades juga meluruskan soal luasan lahan. Berdasarkan fakta yang dikonfirmasi di lapangan, kompleks tersebut memiliki luas kurang lebih 2 hektare, bukan 3 hektare sebagaimana disebut dalam pemberitaan yang beredar.

Keberadaan kompleks tersebut, lanjutnya, justru dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat. Berbagai kegiatan sosial telah dilakukan, mulai dari santunan anak yatim-piatu, sunatan massal, hingga kegiatan berbagi kepada warga yang membutuhkan.

Bahkan, sejumlah fasilitas untuk kepentingan masyarakat seperti renovasi mushola dan pemasangan paving di jalan depan gerbang kediaman disebut dibiayai secara mandiri demi kenyamanan warga dan pengguna jalan.

Soal tudingan dampak banjir akibat peninggian lahan, warga setempat juga memberikan bantahan. Salah seorang warga Kalisampurno, menyatakan selama pembangunan berlangsung tidak pernah terjadi genangan maupun banjir yang merugikan lingkungan sekitar.

“Selama ini warga tidak pernah merasakan dampak banjir seperti yang diberitakan. Hubungan dengan lingkungan juga berjalan baik,” ujar warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pantauan tim media di lokasi pada Rabu (19/8/2026) siang juga menunjukkan situasi kompleks dalam kondisi kondusif. Tidak terlihat aktivitas alat berat maupun kegiatan pengurukan sebagaimana dinarasikan dalam pemberitaan sebelumnya.

Pemerintah Desa Kalisampurno mengimbau seluruh pihak mengedepankan verifikasi dan fakta lapangan sebelum menyampaikan informasi kepada publik, agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, keberadaan kompleks tersebut tidak hanya dipandang sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai bagian dari upaya Bunda Ida Roffi merawat nilai religi dan kebudayaan Jawa. Selain pembangunan masjid, ia dikenal aktif mengenakan busana adat serta menggelar berbagai kesenian tradisional, seperti wayang kulit dan bantengan.

Bagi pemerintah desa dan masyarakat setempat, aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kearifan lokal sekaligus menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Reporter:Tim


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia