Belajar Kelola Sampah dari Desa, Pemprov DKI Jakarta Kunjungi TPS 3R Ketajen Sidoarjo

Kunjungan studi dan pembelajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) RT 02 RW 06, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).(Foto:Hms)

 SIDOARJO||KABARZINDO.com – Upaya membangun lingkungan yang bersih dan berkelanjutan membutuhkan kepedulian sekaligus keterlibatan bersama. Semangat tersebut terlihat dalam kunjungan studi dan pembelajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) RT 02 RW 06, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sampah yang dilakukan secara terarah dengan melibatkan pemerintah desa, pengelola, serta masyarakat. Rombongan kunjungan studi dan pembelajaran tersebut dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Barat Hj. I'in Mutmainnah, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Arif Mulyono. Kehadiran rombongan disambut oleh jajaran Forkopimcam Gedangan dan pemerintah desa setempat.

Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. TPS 3R Ketajen menjadi salah satu lokasi pembelajaran karena pengelolaan sampah di tingkat desa dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan Direktur BUMDes Desa Ketajen Rahmat Hidayat. Dalam sambutannya, pihak pengelola menyampaikan gambaran mengenai keberadaan serta pengelolaan TPS 3R di Desa Ketajen, termasuk upaya membangun kesadaran masyarakat agar sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan, tetapi juga dapat dikelola menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

Setelah doa bersama, rombongan kemudian mengikuti pembelajaran secara langsung mengenai tata cara pengolahan sampah. Para peserta melihat proses pengelolaan yang dilakukan di TPS 3R sekaligus berdiskusi mengenai berbagai langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas pengurangan sampah di lingkungan masyarakat.

Suasana pembelajaran berlangsung interaktif. Pertukaran pengalaman antara pengelola TPS 3R Ketajen dengan rombongan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Berbagai hal berkaitan dengan pengelolaan sampah, peran masyarakat, kelembagaan, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor menjadi bagian dari pembahasan.

Danramil 0816/17 Gedangan Kapten Cba. Khoirul Anam, S.Sos. menyampaikan bahwa kunjungan tersebut memiliki nilai positif karena memperlihatkan bahwa pengelolaan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kebersamaan dan konsistensi semua unsur.

Menurutnya, keberadaan TPS 3R di tingkat desa memiliki peran strategis dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah. “Pengelolaan sampah pada dasarnya dimulai dari kepedulian. Ketika masyarakat sudah memiliki kesadaran untuk memilah dan mengurangi sampah dari rumah, maka persoalan sampah dapat ditangani secara lebih baik. TPS 3R menjadi salah satu sarana yang dapat menghubungkan kesadaran masyarakat dengan pengelolaan sampah yang lebih terarah,” ujar Kapten Cba. Khoirul Anam.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, pengelola BUMDes dan masyarakat menjadi kunci agar program pengelolaan lingkungan dapat berjalan secara berkesinambungan. “Yang paling penting bukan hanya bagaimana sampah diolah, tetapi bagaimana membangun budaya masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Edukasi, pendampingan dan keteladanan harus terus dilakukan. Jika semua unsur bergerak bersama, lingkungan yang bersih dan sehat bukan sekadar cita-cita, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Danramil juga menilai kunjungan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi kesempatan yang baik untuk memperluas wawasan dan berbagi praktik positif. Menurutnya, setiap wilayah memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing dalam menghadapi persoalan sampah, sehingga pertukaran pengalaman dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan kondisi daerah. “Semangatnya adalah belajar, berbagi dan berkolaborasi. Apa yang sudah baik di satu daerah dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, kemudian dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakter masyarakat setempat. Dengan cara seperti ini, pengelolaan lingkungan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

Selain menjaga kebersihan, pengelolaan sampah berbasis 3R juga dinilai dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi apabila dikelola secara konsisten. Sampah yang dipilah dengan baik memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang dapat didaur ulang dapat memiliki nilai ekonomi dan mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Kunjungan studi dan pembelajaran tersebut berlangsung dengan tertib, aman dan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kerja sama serta membuka ruang pertukaran gagasan antardaerah dalam menghadirkan pengelolaan sampah yang semakin efektif, partisipatif dan berkelanjutan.


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia