![]() |
| Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo memperkuat pendidikan politik di kalangan generasi muda melalui program “Bawaslu Sidoarjo Goes to School”. (Foto:Dok) |
SIDOARJO||KABARZINDO.com– Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo memperkuat pendidikan politik di kalangan generasi muda melalui program “Bawaslu Sidoarjo Goes to School”. Tak sekadar memberikan edukasi demokrasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pengawasan Data Pemilih Berkelanjutan (DPB), khususnya untuk memastikan pemilih baru tidak terlewat dari daftar pemilih.
Program tersebut digelar melalui kolaborasi dengan Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Sidoarjo dengan menyasar sembilan sekolah jenjang SMA, SMK dan MA di Kabupaten Sidoarjo.
Tahap awal berlangsung pada 1-2 September 2026 di tiga sekolah, yakni SMK YPM 8 Sidoarjo, SMK Diponegoro, dan MA NU Sidoarjo. Sebanyak 60 hingga 80 siswa kelas XII dari masing-masing sekolah dilibatkan sebagai peserta. Mereka menjadi kelompok strategis karena sebagian besar merupakan pemilih pemula maupun pemilih potensial pada kontestasi politik mendatang.
Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha, S.H., mengatakan pemilih pemula memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas demokrasi ke depan. Karena itu, edukasi politik harus diberikan sejak bangku sekolah agar generasi muda tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga mampu mengenali berbagai bentuk pelanggaran pemilu.
“Pemilih pemula adalah pilar penting masa depan demokrasi kita. Kami ingin adik-adik tidak hanya sekadar datang ke TPS, tetapi punya kesadaran dan literasi politik untuk menolak praktik kecurangan seperti politik uang maupun hoaks,” ujar Agung, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi dengan PC LP Ma’arif NU Sidoarjo menjadi langkah strategis karena sekolah di bawah naungan Ma’arif NU memiliki basis pelajar yang cukup besar dan berpotensi menjadi pemilih pemula.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Sidoarjo, Agisma D. Fastari, S.Sos., menjelaskan bahwa program tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan uji petik terhadap data pemilih berkelanjutan.
“Selain edukasi, momentum ini kami manfaatkan untuk menguji langsung keakuratan Data Pemilih Berkelanjutan di Sidoarjo. Kami turun langsung memverifikasi agar hak konstitusional pemilih baru yang telah memenuhi syarat usia sungguh terjamin dan tidak luput dari daftar pemilih,” jelas Agisma.
Setelah tiga sekolah tahap awal, kegiatan serupa akan dilanjutkan secara bertahap di enam sekolah lain yang berada di bawah naungan LP Ma’arif NU Sidoarjo sepanjang September 2026.
Bawaslu berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sosialisasi semata. Para pelajar diharapkan tumbuh menjadi pemilih yang kritis, memahami hak dan kewajibannya, berani menolak politik uang serta hoaks, dan ikut berperan dalam mengawal proses demokrasi yang berintegritas di Kabupaten Sidoarjo.
Reporter:Red


