![]() |
| Ratusan santri mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).(Foto:Tangkapan Layar) |
SIDOARJO||KABARZINDO.com – Suasana Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendadak berubah mencekam. Ratusan santri mengalami gejala yang diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
Kondisi para santri mulai mengkhawatirkan setelah mereka melaksanakan salat Zuhur. Memasuki waktu Asar, sejumlah santri mulai mengalami keluhan kesehatan. Situasi semakin serius selepas Magrib ketika santri yang mengalami gejala harus dievakuasi menggunakan ambulans menuju sejumlah rumah sakit.
Data sementara mencatat sedikitnya 158 santri telah mendapatkan penanganan medis. RS Notopuro 80, RS Delta Surya 13, RS Siti Hajar 30, RS Pusura 9, RSU Aisyiyah, St Fatimah Tulangan 21, RS Pusdik Bayangkara 5.
Jumlah korban masih memungkinkan bertambah. Puluhan ambulans terlihat hilir mudik keluar-masuk kawasan pesantren untuk mengevakuasi santri yang terus mengeluhkan kondisi kesehatan.
Kepanikan juga terlihat dari orang tua dan wali santri. Puluhan wali tampak berkumpul di luar gerbang pesantren, menunggu kabar mengenai kondisi anak-anak mereka. Sementara itu, sejumlah personel TNI dikerahkan untuk menjaga situasi di sekitar lingkungan ponpes.
Informasi sementara menyebut makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Namun, belum dapat dipastikan bahwa makanan tersebut merupakan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para santri.
Pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk mengungkap penyebab kejadian. Pemeriksaan terhadap makanan maupun kondisi para santri menjadi bagian penting untuk memastikan apakah insiden tersebut benar berkaitan dengan konsumsi makanan MBG.
Hingga malam ini, proses evakuasi dan penanganan medis masih berlangsung. Jumlah santri yang terdampak juga masih dalam pendataan, sementara para wali santri terus menanti kepastian kondisi anak-anak mereka dari balik gerbang pesantren.
Publik kini menunggu hasil pemeriksaan untuk mengungkap apa sebenarnya yang terjadi di balik insiden massal tersebut.
Reporter:Red



