Kursi Roda untuk Rodiyah, Kepedulian yang Menghadirkan Harapan

Foto:Sit

SIDOARJO||KABARZINDO.com – Kepedulian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk program besar. Terkadang, sebuah perhatian sederhana yang diberikan pada waktu dan orang yang tepat justru memiliki makna yang jauh lebih dalam. Hal itu tergambar dalam kunjungan Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., bersama Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., beserta jajaran pemerintah daerah dan TNI, saat menyapa langsung warga di Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung menjadi momentum penuh arti bagi Ibu Rodiyah, warga Dusun Banar RT 19 RW 09, Desa Pilang. Di hadapan keluarga dan unsur pemerintahan setempat, Bupati Sidoarjo H. Subandi, S.H., menyerahkan bantuan kursi roda secara langsung kepada Ibu Rodiyah. Bagi Ibu Rodiyah, bantuan itu bukan sekadar benda yang membantu menopang aktivitas. Kursi roda menjadi sarana untuk memperluas kembali ruang geraknya, memudahkan mobilitas, sekaligus memberikan harapan agar aktivitas sehari-hari dapat dijalani dengan lebih nyaman dan bermartabat.

Di balik penyerahan tersebut terdapat pesan sosial yang lebih luas: bahwa setiap warga memiliki hak untuk mendapatkan perhatian, kesempatan memperoleh kemudahan, serta dukungan ketika menghadapi keterbatasan. Kegiatan turut dimonitor oleh Babinsa Desa Pilang sebagai bagian dari tugas kewilayahan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran aparat teritorial sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat di tingkat paling dekat dengan kehidupan warga.

Penyerahan kursi roda berlangsung dalam suasana sederhana, tetapi sarat dengan kehangatan. Tidak ada jarak yang berlebihan antara pejabat dan masyarakat. Pemerintah hadir secara langsung, melihat kondisi warga dari dekat, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.

Bagi keluarga Ibu Rodiyah, kehadiran tersebut tentu memiliki arti tersendiri. Bantuan kursi roda diharapkan dapat meringankan keterbatasan mobilitas yang selama ini dihadapi, sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih mudah. Pada kesempatan yang sama, kepedulian juga diwujudkan melalui pemberian bingkisan sembako kepada 10 warga kurang mampu di wilayah Desa Pilang.

Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu memenuhi sebagian kebutuhan dasar keluarga penerima manfaat. Lebih dari itu, kunjungan langsung pemerintah menjadi ruang untuk membangun komunikasi sosial dan memahami kondisi masyarakat secara lebih utuh. Sebab, pelayanan publik pada hakikatnya bukan hanya berbicara tentang administrasi, pembangunan fisik, maupun angka-angka capaian. Di dalamnya terdapat dimensi kemanusiaan: mendengar, melihat, memahami, dan kemudian mengambil langkah yang memberikan manfaat nyata. Satu kursi roda mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seseorang yang memiliki keterbatasan mobilitas, bantuan tersebut dapat membuka kembali ruang untuk bergerak, berinteraksi, dan menjalani keseharian dengan rasa percaya diri yang lebih baik.

Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan, khususnya warga yang memiliki keterbatasan dalam mobilitas. Menurutnya, kehadiran pemerintah dan TNI di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus memastikan persoalan warga tidak berhenti sebagai informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah yang konkret. “Bantuan kursi roda ini memiliki makna yang sangat besar. Mungkin secara bentuk terlihat sederhana, tetapi manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh penerima. Kursi roda dapat membantu mobilitas, memudahkan aktivitas, dan memberikan ruang yang lebih luas bagi Ibu Rodiyah untuk menjalani kehidupan sehari-hari,” ujar Letkol Inf Abraham Prihadi.

Dandim menegaskan bahwa ukuran kepedulian sosial tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya bantuan. Yang jauh lebih penting adalah ketepatan sasaran, kepekaan terhadap kebutuhan warga, kehadiran secara langsung, serta kesinambungan perhatian. “Yang kita bangun bukan hanya bantuan secara materi, tetapi juga rasa bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian. Ketika ada warga yang menghadapi keterbatasan, pemerintah, TNI, dan seluruh unsur masyarakat harus mampu menunjukkan bahwa mereka hadir dan peduli,” jelasnya.

Menurutnya, kepedulian merupakan bagian penting dari pembangunan masyarakat yang berkeadilan. Setiap warga perlu mendapatkan kesempatan untuk hidup secara layak dan memperoleh dukungan ketika menghadapi kondisi yang membatasi aktivitasnya. “Pemerintah dan TNI harus hadir bukan hanya ketika terjadi persoalan besar. Justru dari persoalan-persoalan yang terlihat sederhana inilah kita dapat mengukur sejauh mana kehadiran kita benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Letkol Inf Abraham Prihadi menilai sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping sosial, dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kepedulian yang berkelanjutan.

Menurutnya, persoalan sosial memiliki karakter yang kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi, serta kepekaan kolektif agar kebutuhan masyarakat dapat diketahui lebih cepat dan mendapatkan respons yang sesuai. “Tidak mungkin persoalan sosial diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, pendamping sosial, dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat mengetahui persoalan warga lebih dini dan menentukan bentuk bantuan yang paling tepat,” tuturnya.

Dandim juga memberikan apresiasi kepada pemerintah desa serta para pendamping sosial yang berperan dalam mengidentifikasi dan mendampingi warga yang membutuhkan perhatian.

Menurutnya, keberadaan para pendamping di tingkat desa dan kecamatan memiliki arti penting karena mereka bersentuhan langsung dengan dinamika kehidupan masyarakat. Dari merekalah berbagai kebutuhan warga dapat diketahui dan kemudian dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

Ia berharap bantuan kursi roda yang diterima Ibu Rodiyah dapat digunakan sebaik-baiknya dan memberikan perubahan positif dalam kesehariannya. “Semoga bantuan ini benar-benar memberikan manfaat. Mudah-mudahan mobilitas Ibu Rodiyah menjadi lebih mudah, aktivitas sehari-hari lebih nyaman, dan bantuan ini juga memberikan semangat baru bagi beliau dan keluarga,” harapnya.

Ia menambahkan, bantuan sosial idealnya tidak berhenti pada seremoni penyerahan. Yang lebih utama adalah memastikan manfaatnya terus dirasakan setelah kegiatan selesai. “Kita ingin bantuan tidak berhenti pada saat diserahkan. Yang terpenting adalah manfaatnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kepedulian dapat dilihat dari perubahan kecil yang mampu menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi penerimanya,” tegasnya.

Dandim juga mengajak masyarakat untuk menjaga budaya gotong royong dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pemerintah dan TNI memiliki keterbatasan dalam menjangkau seluruh persoalan masyarakat. Karena itu, kekuatan terbesar sesungguhnya berada pada kepedulian yang tumbuh dari lingkungan terdekat. “Semangat gotong royong harus terus kita hidupkan. Kalau ada tetangga atau warga yang sedang mengalami kesulitan, mari kita bantu sesuai kemampuan. Tidak harus selalu dalam bentuk materi. Kehadiran, perhatian, dan kepedulian juga merupakan bentuk bantuan yang sangat berarti,” katanya.

Ia menilai masyarakat yang kuat bukan hanya masyarakat yang memiliki kemajuan secara ekonomi dan pembangunan, tetapi juga masyarakat yang memiliki solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. Ketika warga saling memperhatikan, persoalan yang dihadapi seseorang tidak lagi menjadi beban individu semata. Ada lingkungan yang ikut menopang, ada pemerintah yang memberikan pelayanan, serta ada berbagai unsur yang bergerak bersama mencari solusi.

Kegiatan di Desa Pilang menjadi gambaran kecil tentang bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan. Pemerintah hadir memberikan bantuan, TNI memperkuat pendampingan kewilayahan, unsur sosial membantu mengidentifikasi kebutuhan, sementara masyarakat menjadi bagian dari ekosistem kepedulian tersebut.

Bantuan kursi roda kepada Ibu Rodiyah pada akhirnya bukan hanya tentang alat bantu mobilitas. Di dalamnya terdapat pesan mengenai inklusivitas, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab bersama untuk memastikan tidak ada warga yang merasa terabaikan. Pembangunan yang berorientasi pada manusia tidak hanya dapat dilihat dari infrastruktur yang berdiri kokoh atau berbagai program yang berhasil dilaksanakan. Ukuran yang tidak kalah penting adalah sejauh mana manfaat pembangunan mampu menjangkau mereka yang berada dalam kondisi paling membutuhkan. Sementara itu, pemberian sembako kepada 10 warga kurang mampu menjadi bentuk perhatian lain yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan rumah tangga masyarakat penerima manfaat.

Kehadiran Bupati Sidoarjo bersama Dandim 0816/Sidoarjo dan unsur Forkopimcam Wonoayu sekaligus memperlihatkan bahwa sinergi antarlembaga dapat menjadi kekuatan penting dalam menjawab persoalan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.

Dari Desa Pilang, sebuah pesan sederhana kembali menemukan maknanya: kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata mampu mengubah bantuan menjadi harapan, mengubah perhatian menjadi kekuatan, dan menghadirkan rasa bahwa setiap warga tetap memiliki tempat dalam kehidupan bersama. Seluruh rangkaian kunjungan dan pemberian bantuan berlangsung dalam suasana aman, tertib, penuh keakraban, dan mendapat sambutan hangat dari keluarga serta masyarakat setempat.


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia