Latihan Gabungan PSHT Waru, Perkuat Persaudaraan dan Bentuk Karakter Siswa

Foto:Sit
SIDOARJO||KABARZINDO.com– Semangat persaudaraan, kedisiplinan, dan pembentukan karakter generasi muda mewarnai kegiatan latihan gabungan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Waru yang digelar di halaman Koramil 0816/16 Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur organisasi kepada para siswa PSHT.

Latihan gabungan tersebut diikuti oleh 30 warga PSHT dan 150 siswa PSHT. Turut hadir Deni Aprisani selaku konten kreator PSHT, Ketua Ranting PSHT Kecamatan Waru, para Ketua Rayon se-Kecamatan Waru, serta Pamter Waru yang ikut mendukung kelancaran kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemberian arahan kepada para siswa oleh Ketua Ranting PSHT Kecamatan Waru. Dalam arahannya, para siswa diharapkan mengikuti setiap tahapan latihan dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, serta menghormati pelatih dan sesama anggota.

Selain meningkatkan keterampilan pencak silat, latihan gabungan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antarrayon di wilayah Kecamatan Waru. Melalui pertemuan tersebut, para siswa dapat belajar membangun kekompakan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan memahami pentingnya menjaga nama baik organisasi di tengah masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembekalan oleh Deni Aprisani sebagai warga kehormatan PSHT. Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan motivasi dan wawasan kepada para peserta agar tidak hanya berkembang dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai luhur persaudaraan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, pencak silat tidak semata-mata dipahami sebagai keterampilan untuk membela diri. Lebih dari itu, pencak silat mengajarkan pengendalian diri, keteguhan sikap, penghormatan kepada sesama, serta kemampuan menjaga emosi dalam menghadapi berbagai persoalan.

Babinsa Koramil 0816/16 Waru, Pelda Hanisdi, dalam pendapatnya menyampaikan bahwa kegiatan latihan gabungan seperti ini memiliki nilai positif bagi pembinaan generasi muda, terutama dalam membentuk karakter yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menjaga kerukunan.

Menurutnya, kemampuan bela diri hendaknya diimbangi dengan kematangan sikap dan pengendalian diri. Para siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh selama latihan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Pelda Hanisdi juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan. Setiap anggota perguruan diharapkan menjunjung tinggi sportivitas, menghormati perbedaan, serta tidak menyalahgunakan kemampuan bela diri untuk kepentingan yang bertentangan dengan norma hukum dan ketertiban umum. “Latihan pencak silat hendaknya menjadi sarana untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki rasa persaudaraan yang kuat. Jadikan ilmu bela diri sebagai bekal untuk menjaga diri, membantu sesama, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Hindari perselisihan dan selalu kedepankan sikap saling menghormati,” demikian pesan yang disampaikan Pelda Hanisdi.

Ia juga berharap sinergi antara TNI, pengurus perguruan pencak silat, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Melalui komunikasi dan kebersamaan, potensi generasi muda dapat diarahkan pada kegiatan yang produktif sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif.

Latihan gabungan PSHT Ranting Waru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis para siswa, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menjaga persaudaraan, mengedepankan sikap santun, serta menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan kedisiplinan, kegiatan berlangsung dalam suasana tertib, penuh kekeluargaan, aman, dan lancar.


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia