Sedekah Bumi dan Syukuran KDKMP, Batuud Sukodono Dukung Pelestarian Budaya

Sedekah Bumi dan Syukuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kloposepuluh Tahun 2026.(Foto:Sit)
SIDOARJO||KABARZINDO.com – Tradisi budaya dan semangat membangun kemandirian ekonomi desa menjadi dua hal penting yang dapat berjalan beriringan dalam memperkuat kehidupan masyarakat. Semangat tersebut tercermin dalam kegiatan Sedekah Bumi dan Syukuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Kloposepuluh Tahun 2026 yang berlangsung di halaman KDKMP Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (9/10/2026) malam.

Batuud Koramil 0816/15 Sukodono, Peltu Wibowo, turut menghadiri tersebut. Acara dikemas melalui pagelaran wayang kulit oleh dalang Didik Sasmito Aji dan pertunjukan Campursari Kembang Jagat yang disambut antusias oleh sekitar 150 penonton.

Kegiatan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, melestarikan warisan budaya Jawa, serta memperkuat kebersamaan dalam mendukung pembangunan ekonomi desa.

Dalam sambutannya, H. Sumardi menyampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat, rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap tradisi tersebut senantiasa dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus sarana mempererat kerukunan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah warga.

Menurutnya, syukuran KDKMP juga menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme terhadap penguatan ekonomi masyarakat desa. Ia mengajak seluruh warga agar terus menjaga persatuan, meningkatkan kekompakan, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan demi mewujudkan Desa Kloposepuluh yang semakin maju, sejahtera, dan harmonis.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Sulamul Hadinurmawan. Ia menilai Sedekah Bumi memiliki nilai penting, bukan hanya sebagai tradisi turun-temurun, melainkan juga sebagai sarana memperkuat hubungan sosial dan menjaga kelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.

Ia berharap keberadaan KDKMP di Desa Kloposepuluh dapat berkembang menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan dukungan seluruh elemen desa, koperasi diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Camat Sukodono, Ineke Dwi Setiawati, S.STP., MPA, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan seremonial. Tradisi tersebut mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya yang dapat menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan serta menjaga keharmonisan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan KDKMP sebagai bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pengelola koperasi, dan masyarakat diperlukan agar program tersebut dapat berjalan secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi warga.

Dalam sambutan Bupati Sidoarjo yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo, H. Khudori, disampaikan bahwa Sedekah Bumi merupakan cerminan rasa syukur sekaligus momentum mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Ia berharap KDKMP Desa Kloposepuluh dapat tumbuh sebagai wadah ekonomi kerakyatan yang kuat, mandiri, dan profesional. Pengelolaan koperasi yang transparan serta berorientasi pada kepentingan anggota dan masyarakat dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa. Suasana khidmat menyertai prosesi tersebut sebagai ungkapan harapan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalankan berbagai upaya pembangunan desa.

Prosesi pemotongan pita dilaksanakan oleh H. Khudori selaku perwakilan Bupati Sidoarjo, didampingi Camat Sukodono, Peltu Wibowo, dan Kepala Desa Kloposepuluh, H. Sumardi. Prosesi tersebut menjadi simbol tasyakuran KDKMP Desa Kloposepuluh sekaligus peneguhan harapan agar koperasi dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat.

Suasana semakin meriah ketika Campursari Kembang Jagat tampil. Selanjutnya, masyarakat disuguhi pagelaran wayang kulit oleh dalang Didik Sasmito Aji. Pertunjukan kesenian tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri sekaligus ruang kebersamaan bagi warga untuk menikmati warisan budaya leluhur.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, tokoh masyarakat, dan warga dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi sekaligus mendukung kemajuan desa. Perpaduan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kerakyatan diharapkan mampu membangun masyarakat yang tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai sosial dan budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Batuud Koramil 0816/15 Sukodono, Peltu Wibowo, menyampaikan bahwa kegiatan Sedekah Bumi dan Syukuran KDKMP memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT, tetapi juga merupakan ruang untuk mempererat persaudaraan, menjaga kelestarian budaya, dan memperkuat nilai gotong royong yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

Ia menilai tradisi lokal seperti Sedekah Bumi perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi, pelestarian budaya menjadi salah satu upaya mempertahankan identitas masyarakat sekaligus menanamkan nilai penghormatan terhadap sejarah dan kearifan lokal. “Sedekah Bumi mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta menjaga kerukunan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Nilai-nilai luhur tersebut hendaknya terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Peltu Wibowo.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kekuatan suatu desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial, kepedulian antarwarga, serta kemampuan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi. Ketika nilai kebersamaan terpelihara dengan baik, berbagai program pembangunan akan lebih mudah dilaksanakan karena mendapatkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Terkait keberadaan KDKMP, Peltu Wibowo berharap koperasi tersebut dapat dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sehingga mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kloposepuluh.

Menurutnya, koperasi memiliki potensi strategis sebagai wadah pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Melalui pengelolaan yang tepat, koperasi dapat mendorong partisipasi warga dalam kegiatan ekonomi produktif, memperkuat semangat saling membantu, serta membuka peluang usaha yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan KDKMP tidak hanya bergantung pada pengurus, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh anggota dan dukungan masyarakat. Oleh sebab itu, komunikasi yang baik, pengelolaan yang akuntabel, dan orientasi terhadap kebutuhan anggota menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan sekaligus menjaga keberlangsungan koperasi. “Harapan kami, KDKMP Desa Kloposepuluh dapat berkembang menjadi wadah ekonomi yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Diperlukan semangat gotong royong, keterbukaan, kedisiplinan, serta kerja sama yang baik agar koperasi mampu tumbuh secara sehat dan memberikan kontribusi bagi kemajuan desa,” tambahnya.

Peltu Wibowo turut mengapresiasi keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, unsur Forkopimka, serta warga yang telah bersama-sama mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan budaya dan kemasyarakatan seperti ini dapat terus dipertahankan, tidak hanya pada saat perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, masyarakat dapat menghadapi berbagai tantangan pembangunan melalui semangat persatuan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama.

Seluruh rangkaian kegiatan Sedekah Bumi dan Syukuran KDKMP Desa Kloposepuluh Tahun 2026. Acara yang berlangsung hingga tengah malam tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tradisi budaya Jawa tetap lestari, hubungan antarelemen masyarakat semakin erat, serta KDKMP Desa Kloposepuluh dapat berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi kerakyatan yang mendukung terwujudnya desa yang mandiri, maju, dan sejahtera.


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia