SIDOARJO||KABARZINDO.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi, SH, M.Kn., meninjau langsung penataan bangunan di kawasan rumah dinas PT Kereta Api Indonesia (KAI) sekaligus memantau progres pembangunan Frontage Road Waru–Buduran, Kamis (15/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penyelesaian proyek berjalan sesuai jadwal, termasuk menuntaskan sejumlah persoalan lahan yang masih tersisa.
Subandi optimistis pembangunan jalur pendamping jalan utama tersebut dapat segera dirampungkan secara bertahap. Ia menargetkan ruas mulai Waru, Lanudal, hingga Buduran dapat diselesaikan, dengan sejumlah pekerjaan fisik yang masih memerlukan penanganan lanjutan.
“Alhamdulillah nanti mulai dari Waru, Lanudal, sampai Buduran, pada tahun ini selesai pembangunannya,” kata Subandi.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan bengkel di sisi timur jalan yang berada di kawasan aset PT KAI. Pemkab Sidoarjo, menurut Subandi, telah berulang kali berkoordinasi untuk menyelesaikan persoalan lahan tersebut.
Dengan adanya jalur frontage road, kawasan di sisi timur dinilai dapat ditata ulang agar lebih rapi dan tidak mengganggu fungsi jalan. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah untuk kios yang penempatannya tetap memperhatikan ketertiban kawasan.
“Kalau bengkel menempel dengan jalan tentu pandangannya kurang bagus. Sisi timur bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain, misalnya kios. Yang penting tidak mengganggu frontage road dan tetap tertata,” ujarnya.
Selain penataan lahan, Subandi meminta fasilitas pendukung yang masih berada di area pekerjaan, termasuk tiang penerangan jalan umum (PJU), segera dipindahkan agar tidak menghambat pelaksanaan proyek. Koordinasi dengan pihak terkait akan dilakukan seiring berjalannya pekerjaan.
Ia menegaskan, penyelesaian proyek membutuhkan koordinasi lintas pihak, mulai dari kontraktor, pengawas, pemerintah desa hingga Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM SDA).
“Mudah-mudahan dengan kebersamaan, kontraktornya bagus, pengawasannya bagus, ada perhatian dari pemerintah desa maupun Dinas PUBM SDA,” katanya.
Terkait jalur perlintasan sebidang (JPL) di sekitar lokasi proyek, Subandi memastikan aspek teknisnya telah dimasukkan dalam dokumen Detail Engineering Design (DED). Penanganannya akan disesuaikan dengan perencanaan agar tidak mengganggu fungsi frontage road maupun arus lalu lintas di jalan utama.
Tiga Titik Masih Jadi Perhatian
Sementara itu, Kepala Dinas PUBM SDA Kabupaten Sidoarjo, Mukhammad Makhmud, menyampaikan bahwa penyelesaian lahan terdampak proyek yang berkaitan dengan PT KAI hampir tuntas. Pembongkaran bengkel di kawasan tersebut ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari.
Namun, masih terdapat tiga titik yang membutuhkan penyelesaian, yakni kawasan Makam Desa Kedungrejo, lahan di sekitar masjid di wilayah Waru, serta area Stasiun Waru.
Makhmud menyebut dukungan dan arahan Bupati Sidoarjo membantu proses penyelesaian berbagai kendala yang muncul selama pembangunan. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan PT KAI mengenai skema pengaturan perlintasan sebidang, termasuk kemungkinan penggunaan lampu lalu lintas.
Koordinasi tersebut juga perlu mempertimbangkan rencana pembangunan jalur rel ganda (double track) agar penataan jalan dan perlintasan dapat berjalan selaras.
Adapun persoalan lahan makam di Kedungrejo disebut telah diselesaikan dari sisi permasalahan lahan, sedangkan pembangunan fisiknya direncanakan pada 2027.
Subandi berharap seluruh kendala yang tersisa dapat dituntaskan melalui pengawasan dan koordinasi berkelanjutan. Ia menargetkan keseluruhan ruas Frontage Road Waru–Buduran dapat rampung pada 2027.
“Insya Allah tahun 2027 seluruh ruas dari Waru sampai Buduran sudah tuntas,” ungkapnya.
Penyelesaian proyek ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memperbaiki penataan kawasan di sepanjang jalur Waru hingga Buduran.


