![]() |
| Foto:Dok/Sit |
SIDOARJO||KABARZINDO.com– Dalam rangka melestarikan budaya leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga, Pemerintah Desa Durungbanjar menggelar kegiatan Ruwah Desa Durungbanjar Tahun 2026 yang dikemas melalui pagelaran kesenian tradisional Wayang Kulit. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat malam, 6 Februari 2026, bertempat di Pendopo Balai Desa Durungbanjar, Kecamatan Candi.
Pagelaran wayang kulit tersebut menampilkan dalang kondang Ki Hadiono, dengan iringan karawitan dari Sanggar Seni Karawitan Adi Budoyo asal Tarik, yang berhasil memukau masyarakat sejak awal hingga akhir pertunjukan.
Sambutan Ketua Panitia Ruwah Desa dilanjutkan dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa dan harapan akan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat Desa Durungbanjar. Usai doa, seluruh tamu undangan melaksanakan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban.
Menambah semarak acara, ditampilkan Tari Tradisional Remo dari Sanggar Seni Adi Budoyo, yang menjadi pembuka sebelum pertunjukan utama wayang kulit.
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Desa Durungbanjar Koramil 0816/02 Candi, Serka Dunyani, menyampaikan bahwa kegiatan Ruwah Desa merupakan bentuk kearifan lokal yang patut dijaga dan dilestarikan bersama. “Ruwah Desa bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Melalui kegiatan budaya seperti wayang kulit ini, kita diajak untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus mempererat persatuan masyarakat,” ujar Serka Dunyani.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran TNI melalui Babinsa merupakan wujud nyata dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan dan pelestarian budaya lokal. “Kami dari Koramil 0816/02 Candi akan terus mendukung kegiatan positif masyarakat, terutama yang mengandung nilai budaya, sosial, dan persatuan. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Secara keseluruhan, kegiatan Ruwah Desa Durungbanjar Tahun 2026 berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, serta mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pagelaran wayang kulit ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya dan penguat jati diri bangsa di tengah arus modernisasi.


