Perkuat Tradisi Aswaja, PMII Songo Wolu UNUSIDA Adakan Kajian dan Ziarah Ulama

 

Kegiatan Kelas Pengembangan Pemahaman Aswaja yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta ziarah ulama.(Foto:Mahdiaz)

SIDOARJO||KABARZINDO.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Songo Wolu Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo menggelar kegiatan Kelas Pengembangan Pemahaman Aswaja yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama serta ziarah ulama. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Februari–1 Maret 2026 dan 7–8 Maret 2026 yang bertempat di Basecamp Komisariat Lintang Songo UNUSIDA.

Agenda tersebut diikuti oleh kader dan anggota PMII Rayon Songo Wolu, termasuk kader angkatan 2025. Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman keagamaan kader sekaligus meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bergerak dalam organisasi.

Sebagai organisasi kader yang lahir dari tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama, PMII memandang penguatan pemahaman Aswaja sebagai hal yang fundamental. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pijakan teologis, tetapi juga menjadi dasar dalam membangun sikap moderat, toleran, serta menghargai tradisi keislaman yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu panitia kegiatan menjelaskan bahwa kelas Aswaja merupakan ruang pembelajaran penting bagi kader PMII untuk memahami secara komprehensif ajaran Islam yang diwariskan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.

” Kelas Aswaja ini menjadi ikhtiar untuk meneguhkan kembali jati diri kader PMII agar tetap berpijak pada tradisi keilmuan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. Dengan begitu, kader diharapkan mampu menjaga nilai-nilai Islam yang moderat dan ramah terhadap keberagaman,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat solidaritas dan ukhuwah antarkader.

Setelah itu, para peserta mengikuti kajian ke-Aswaja-an yang disampaikan oleh Bapak Rangga Sa’adillah, S.A.P. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan manhaj (metode berpikir dan beragama) yang menempatkan keseimbangan antara teks keagamaan, rasionalitas, serta kearifan tradisi.

Menurutnya, pemahaman Aswaja yang berkembang dalam tradisi Nahdlatul Ulama menekankan prinsip tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil) dalam kehidupan beragama.

Dalam kajian tersebut, ia juga menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang perpecahan umat, yang menjadi salah satu rujukan dalam memahami pentingnya berpegang pada ajaran Rasulullah SAW dan para sahabat.

Selain kajian keilmuan, kegiatan ini juga diisi dengan agenda ziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya. Ziarah tersebut dilaksanakan dengan membaca doa bersama dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang memiliki peran besar dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Tradisi ziarah ulama merupakan bagian dari praktik keagamaan yang telah lama hidup dalam tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah. Melalui kegiatan tersebut, para kader diajak untuk meneladani perjuangan para ulama dalam menyebarkan Islam dengan pendekatan dakwah yang damai, bijaksana, dan penuh hikmah.

Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan bahwa kelas Aswaja memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran kader PMII dalam menjaga tradisi keislaman di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini mengingatkan kami bahwa kader PMII tidak hanya dituntut aktif dalam organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melanjutkan tradisi keilmuan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah,” ungkapnya.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, penguatan pemahaman Aswaja di kalangan mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis. Selain sebagai benteng dari pemahaman keagamaan yang ekstrem, nilai-nilai Aswaja juga menjadi fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan beradab.

Melalui kegiatan kelas Aswaja ini, PMII Rayon Songo Wolu berharap para kader mampu menjadi generasi intelektual yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual serta komitmen kuat dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.

Kontributor: Mahdiaz Alamsyah


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia