Dua Burung Cucak Rowo Senilai Rp15 Juta Dicuri, Warga Citra Garden Sidoarjo Soroti Lemahnya Keamanan

Pelaku pencurian terekam CCTV.(Foto tangkapan layar)

SIDOARJO||KABARZINDO.com- Kasus pencurian kembali terjadi di kawasan perumahan elit Citra Garden, Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Seorang warga bernama David Wijaya (50) kehilangan dua ekor burung cucak rowo miliknya dengan total kerugian mencapai Rp15 juta. Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari, Kamis, 2 April 2026, di kediamannya yang berlokasi di Perumahan Citra Garden Blok  No. 8.

Menurut keterangan korban, aksi pencurian diduga dilakukan oleh lebih dari satu orang pelaku. Hal ini diperkuat dari rekaman CCTV milik pribadi yang menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan saat pelaku mengambil sangkar burung.

David mengungkapkan, pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB, dirinya masih sempat duduk santai sambil merokok dan menikmati kopi sembari mendengarkan suara burung peliharaannya. Ia tidak menyadari bahwa dari sekian burung yang dimiliki ada yang hilang hingga kemudian diingatkan oleh pegawainya. 

“Awalnya saya kira masih ada, karena biasanya suara burung selalu terdengar. Ternyata sudah dicuri,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026) siang.

David Wijaya setelah melaporkan kejadian ini ke Polresta Sidoarjo.

Ia juga menambahkan bahwa anjing peliharaannya sempat menggonggong terus-menerus. Namun, hal tersebut diabaikan oleh menghuni rumah karena mengira anjing hanya rewel seperti biasa. “Ternyata itu kemungkinan momen saat pelaku beraksi,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, David mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada pihak manajemen Citra Garden dan memberikan waktu selama 3 x 24 jam untuk mendapatkan solusi. Namun hingga batas waktu tersebut berakhir, tidak ada tanggapan maupun tindakan nyata dari pihak pengembang.

Akhirnya, David melaporkan kasus pencurian tersebut ke Polresta Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut bukan semata-mata untuk mendapatkan kembali burungnya atau mengganti kerugian, melainkan demi keamanan bersama warga.

“Yang kami butuhkan itu rasa aman dan nyaman. Kalau pelaku mudah masuk seperti ini, sangat berbahaya. Kalau yang diambil barang mungkin masih bisa diganti, tapi kalau sampai penghuni rumah yang jadi korban, bagaimana?” tegasnya.

David juga menyoroti lemahnya sistem keamanan di lingkungan perumahan elit tersebut. Ia menyebut kurangnya fasilitas CCTV di area umum, minimnya penerangan jalan khususnya di Blok H, serta terbatasnya jumlah petugas keamanan menjadi faktor yang perlu segera dibenahi. Selain itu, kondisi pagar pembatas perumahan dengan jalan tol dinilai masih rawan untuk dijadikan akses masuk oleh pelaku kejahatan.

Ia berharap pihak pengembang segera meningkatkan sistem keamanan, termasuk penambahan CCTV, perbaikan penerangan jalan, penambahan jumlah petugas keamanan, serta pembenahan pagar pembatas. “Dengan jumlah rumah yang banyak, tidak cukup hanya satu petugas keamanan di pintu masuk. Minimal harus ada dua orang agar pengawasan lebih optimal,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang perumahan Citra Garden belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Reporter:Tri


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia