Jaga Sanad Perjuangan, Komite Dzurriyah Muassis NU Usulkan Tradisi Tongkat dan Tasbih Masuk Rekomendasi Muktamar ke-35

Foto:(ist

KEDIRI||KABARZINDO.com-Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 tahun 2026, Komite Dzurriyah Muassis NU resmi menyampaikan dua usulan penting kepada Panitia Musyawarah Nasional (Munas), Konferensi Besar (Konbes), dan Muktamar NU.

Usulan tersebut disampaikan langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy, di Teras Gubuk Ploso, Kediri, pada Minggu (21/6/2026).

Komite Dzurriyah menegaskan bahwa kedua poin usulan ini bukan sekadar tambahan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar kultural untuk menjaga sanad perjuangan para muassis (pendiri) NU pada abad kedua organisasi tersebut.

Usulan pertama adalah memasukkan prosesi penyerahan tongkat dan tasbih ke dalam draf rekomendasi Muktamar ke-35. Jika disetujui, prosesi simbolis ini akan diterapkan pada setiap pelantikan pengurus NU di seluruh tingkatan, mulai dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hingga tingkat ranting.

Menurut K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy, tongkat dan tasbih memiliki makna filosofis yang mendalam dalam tradisi ulama. Tongkat melambangkan amanah, kepemimpinan, keteguhan, serta keberlanjutan perjuangan. Sementara itu, tasbih menjadi simbol zikir, spiritualitas, keikhlasan, dan kedekatan seorang pemimpin dengan Allah Swt. saat mengemban amanah.

"Dengan simbol ini, setiap pengurus diingatkan bahwa jabatan di NU bukan hanya amanah organisatoris, melainkan juga amanah moral dan spiritual yang tersambung dengan perjuangan para ulama pendahulu," jelas Kiai Azaim.

Untuk usulan kedua, Komite Dzurriyah mendorong pemutaran video dokumenter Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama dalam berbagai kegiatan resmi organisasi. Kegiatan tersebut meliputi Muktamar, Munas, Konferensi Wilayah (Konferwil), Konferensi Cabang (Konfercab), pelantikan pengurus, Hari Lahir (Harlah) NU, hingga forum kaderisasi.

Jika rekomendasi ini disahkan dalam forum Muktamar ke-35, seluruh struktur NU diharapkan dapat menayangkan dokumenter tersebut pada momentum-momentum strategis guna memperkuat memori historis, terutama bagi generasi muda Nahdliyin.

"Generasi muda perlu terus diperkenalkan pada sejarah, pengorbanan, dan nilai-nilai yang diwariskan muassis, supaya semangat perjuangan itu tetap hidup sepanjang zaman," tegas Kiai Azaim.

Reporter:rohmad


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia