Malam 1 Suro, Ratusan Tamu Ikuti Prosesi Buka Aura di Kraton Agung Nyai Wali Tanggulangin

 

Kidung Lir Ilir dan Lingser Wengi yang dilantunkan langsung oleh Nyi Ratu Bunda Ida Roffi.(Foto:Tri)

SIDOARJO||KABARZINDO.com – Suasana khidmat dan sarat nuansa spiritual mewarnai malam 1 Suro di Pendopo Kraton Agung Nyai Wali, Desa Kalisampurno, Kecamatan Tanggulangin, Senin (15/6/2026) malam.

 Ratusan tamu dari berbagai daerah datang ke kediaman Nyi Ratu Bunda Ida Roffi untuk mengikuti prosesi buka aura yang diyakini sebagai sarana membersihkan diri dan memohon keberkahan.

Alunan gending gamelan yang mengiringi prosesi menambah suasana sakral. Kidung Lir Ilir dan Lingser Wengi yang dilantunkan langsung oleh Nyi Ratu Bunda Ida Roffi menjadi bagian dari rangkaian ritual yang menurutnya memiliki makna membangkitkan kesadaran batin dan mengingatkan manusia pada dimensi spiritual dalam dirinya.

Nyi Ratu Bunda Ida Roffi menjelaskan bahwa bulan Suro merupakan momentum untuk lebih banyak diam, merenung, serta membersihkan jiwa dari berbagai hal negatif. Karena itu, malam 1 Suro dinilai sebagai waktu yang tepat untuk melakukan ritual membuka aura.

“Bulan Suro adalah bulan untuk diam, merenung, dan membersihkan jiwa. Momen ini sangat baik untuk membuka aura melalui jalan spiritual,” ujarnya.

Menurutnya, dalam ajaran Islam terdapat konsep spiritual yang disebut sebagai “jalur langit”, yakni wasilah atau ikhtiar melalui doa-doa tertentu agar seseorang memperoleh ketenangan batin dan memancarkan aura positif.

“Ini adalah jalan atau wasilah spiritual yang membuka pancaran positif melalui doa-doa tertentu. Atas izin Allah SWT, doa-doa tersebut dapat menghadirkan keteduhan, ketenangan, dan kecerahan pada raut wajah seseorang. Wajah yang bersinar bukan hanya menyejukkan mata, tetapi juga mencerminkan ketenangan batin dan kebersihan jiwa,” tutur Nyi Bunda Ida Roffi.

Prosesi buka aura tersebut diikuti dengan penuh khidmat oleh para tamu yang datang dari berbagai daerah. Sebagian besar berharap mendapatkan ketenangan, kelancaran rezeki, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Suara gamelan yang berpadu dengan lantunan kidung Jawa semakin memperkuat suasana malam 1 Suro yang bagi masyarakat Jawa dikenal sebagai momentum introspeksi dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Nyi Ratu Bunda Ida Roffi juga mengajak masyarakat untuk memaknai malam 1 Suro sebagai waktu memperbaiki diri, memperkuat hubungan dengan Allah SWT, serta menebarkan energi positif dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang terpenting bukan sekadar ritualnya, tetapi bagaimana kita membersihkan hati, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

 Dengan hati yang bersih, insyaallah kehidupan akan menjadi lebih tenang dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Reporter:Tri


 

Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia
Hosting Unlimited Indonesia