![]() |
| Babinsa Desa Jimbaran Wetan, Pelda M. Hanafi S, yang turun langsung mendampingi dan mengawal jalannya aksi fogging (pengasapan) massal, Minggu (12/7/2026).(Foto:Sit) |
SIDOARJO||KABARZINDO.com– Kesehatan dan keselamatan warga adalah prioritas utama yang tak bisa ditawar. Menyadari ancaman nyata penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), aparat kewilayahan Koramil 0816/13 Wonoayu bergerak cepat. Langkah preventif ini ditunjukkan secara nyata oleh Babinsa Desa Jimbaran Wetan, Pelda M. Hanafi S, yang turun langsung mendampingi dan mengawal jalannya aksi fogging (pengasapan) massal, Minggu (12/7/2026).
Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berpusat di lingkungan RT 03 RW 02, Desa Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini lahir dari sinergi solid lintas sektoral antara pemerintah desa, garda terdepan tenaga kesehatan, TNI, serta para kader kesehatan yang bergerak atas dasar satu tujuan: memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
Suasana guyub dan penuh kepedulian terlihat sejak awal. Hadir di lokasi untuk memastikan kelancaran aksi di antaranya Kepala Desa Jimbaran Wetan; Bidan Desa, Roidah Ulya, A.Md.Keb.; Perawat Desa, Nur Hadi; Kasi Kesejahteraan Sosial, Sri Agustina; Kepala Dusun Ketintang, Hanang; jajaran kader Posyandu, serta tim teknis dari Puskesmas Wonoayu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan rembug singkat dan koordinasi matang di Balai Desa Jimbaran Wetan untuk memetakan wilayah kerawanan. Setelah alat, bahan, dan takaran obat insektisida dipastikan aman serta siap guna, tim gabungan yang dikomandoi petugas Puskesmas dan dikawal ketat oleh Pelda M. Hanafi langsung bergerak menyusuri gang-gang desa.
Dengan telaten, petugas melakukan pengasapan secara menyeluruh. Tidak hanya halaman terbuka, fokus pengasapan juga menyasar saluran air, sudut-sudut pekarangan yang lembap, hingga area dalam rumah. Sedikitnya 120 rumah warga berhasil diasapi dalam gerakan taktis ini.
Menariknya, kehadiran Pelda M. Hanafi di lapangan tidak sekadar mendampingi mesin fogging. Dengan pendekatan yang humanis dan santun, ia mengetuk pintu-pintu rumah warga, menyapa dengan senyum hangat, sekaligus mengedukasi masyarakat agar tidak terlena. Ia mengingatkan bahwa fogging hanyalah solusi jangka pendek untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan kunci utamanya ada pada kebersihan lingkungan secara mandiri.
Di sela-sela riuhnya suara mesin pengasapan, Pelda M. Hanafi S menyampaikan pesan mendalam terkait esensi dari kegiatan ini, "Bagi kami di TNI, menjaga kesehatan warga adalah bagian dari bela negara. Langkah fogging ini adalah respons cepat kita untuk menekan populasi nyamuk secara instan. Namun, benteng pertahanan paling kokoh melawan DBD sebenarnya ada di tangan masyarakat sendiri," ujar Pelda M. Hanafi dengan penuh kesungguhan.
"Kami mengetuk hati seluruh warga untuk terus konsisten menghidupkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M Plus. Menguras bak air, menutup rapat wadah air, dan mengubur barang bekas harus jadi kebiasaan sehari-hari. Jika ada keluarga yang mulai demam, jangan tunggu lama, segera laporkan ke bidan desa agar cepat ditangani. Kolaborasi erat seperti inilah yang akan membuat Desa Jimbaran Wetan menjadi wilayah yang sehat dan tangguh."
Aksi tanggap darurat kesehatan ini berjalan dengan sangat tertib, aman, dan mendapat apresiasi serta sambutan hangat dari warga setempat yang merasa tenang dengan kehadiran aparat di tengah-tengah mereka. Momentum ini menjadi bukti otentik bahwa sinergi yang harmonis antara TNI, instansi kesehatan, dan pemangku kebijakan desa mampu melahirkan perlindungan nyata demi mewujudkan lingkungan yang sehat, nyaman, dan berkualitas.


